Cara Mengatasi Luka Bakar di Rumah

Cedera bakar ialah kerusakan pada permukaan kulit karena panas yang berkenaan kulit langsung. Pemicunya ialah contact langsung dengan sumber panas, seperti setrika, korek api, recikan air mendidih, dan terkena bahan kimia. Cedera bakar terdiri ke …

Cara Mengatasi Luka Bakar

Cedera bakar ialah kerusakan pada permukaan kulit karena panas yang berkenaan kulit langsung. Pemicunya ialah contact langsung dengan sumber panas, seperti setrika, korek api, recikan air mendidih, dan terkena bahan kimia.

Cedera bakar terdiri ke 3 jenjang, yaitu cedera bakar derajat satu (terjadi di susunan kulit atas saja), cedera bakar derajat dua (susunan luar dan susunan jika kulit), dan cedera bakar derajat tiga (tak terbatas tempatnya). Masalah ini dapat memunculkan sisa yang berkelanjutan. Ini karena collagen yang dibuat untuk membenahi kulit terbakar akan memunculkan sisa berbentuk kulit yang menebal dan berbeda warna.

Berikut enam langkah bantuan pertama kali yang dapat dilaksanakan untuk menangani cedera bakar di dalam rumah. Apa sajakah?

Alirkan Air

Pertama kalinya terkena sumber panas (misalkan, setrika), cepatlah menyalurkan air dingin sepanjang lebih kurang 30 menit pada wilayah yang terserang. Temperatur air yang pas ialah normal (temperatur ruang), yaitu tidak dingin dan tidak panas. Siraman air yang mengucur ditujukan supaya temperatur air selalu stabil, tidak ikuti temperatur badan. Maksudnya supaya panas yang muncul karena cedera bakar tidak menyebar ke jaringan yang lebih dalam.

Bebaskan Aksesori

Bebaskan semua aksesori, seperti arloji, cincin, gelang, atau kalung yang tutupi atau ada di sekitaran tempat cedera bakar. Hindari semua aksesori itu secara cepat untuk menahan berlangsungnya bengkak.

Lidah Buaya

Selainnya odol, lidah buaya dengan karakternya sebagai antiinflamasi dapat memperlancar perputaran darah dan menghalangi perkembangan bakteri di tempat cedera. Berikan lidah buaya secara rata pada tempat cedera bakar sampai seringkali satu hari untuk percepat pengobatan.

Madu

Jika kesusahan cari lidah buaya, madu dapat dipakai untuk memberi bantuan pertama pada cedera bakar. Madu yang memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri ini bisa menghindari kulit dari infeksi yang kemungkinan terjadi. Cairan ini bermanfaat kurangi merasa sakit yang muncul karena cedera bakar.

Mengompres dengan Air Es

Langkah yang lain bisa dilaksanakan ialah mengompres cedera dengan kain yang berisi es batu. Pengompresan dapat dilaksanakan sepanjang 3-5 menit per sesion. Setiap sesion dapat diberi interval sepanjang 5-15 menit saat sebelum mengompres kembali. Proses ini akan memudahkan sakit dan menahan bengkak karena cedera bakar.

Antara ke-5 langkah di atas, ada cara-cara yang kerap dilaksanakan tetapi tidak disarankan untuk dilaksanakan saat menyembuhkan cedera bakar. Diantaranya:

  • Memoleskan odol. Argumennya karena odol memiliki kandungan mint dan kalsium yang dapat memacu resiko infeksi dan  mencelakakan jaringan kulit . Maka, sedapat mungkin jauhi memoleskan odol pada cedera bakar untuk menahan infeksi yang lebih kronis.
  • Memoleskan mentega. Bukannya menahan infeksi, mentega yang dibalurkan pada cedera bakar malah dapat merintangi perputaran udara dan membuat kulit lebih lembab, membuat kulit rawan terkena bakteri.

Tinggalkan komentar